Unsur-Unsur dan Ragam Jenis Tari Kelompok di Nusantara

Seni tari adalah media komunikasi yang diekspresikan melalui keselarasan antara gerak tubuh dengan irama musik pengiringnya. Ragam kreasi seni tari di Indonesia sangat beragam, mulai dari tarian individu, tari berpasangan, hingga tari kelompok.  

Tari kelompok adalah bentuk tarian yang dipertunjukkan secara berkelompok dan memungkinkan untuk berbentuk drama tari atau sendratari. Keunikan dan daya tarik tarian ini terletak pada jumlah penari yang banyak namun tetap kompak dan selaras dalam bergerak.

Unsur-Unsur Seni Tari Kelompok

tari kelompok

Seni tari lebih menonjolkan gerakan tubuh yang indah untuk menyampaikan suatu pesan, pikiran, perasaan, dan suasana tertentu. Untuk mengekspresikan gerakan tersebut, ada beberapa unsur yang perlu ketahui dan pahami.

Ragam Gerak

Sebuah tarian membutuhkan kombinasi gerakan dari hamper semua anggota tubuh. Tidak hanya gerakan tangan dan kaki saja, tapi juga gerak kepala, ekspresi mimik wajah, lenggak lenggok tubuh hingga lirikan mata.

Gerak tari terdiri dari gerak murni dan gerak maknawi. Gerak murni adalah gerakan yang lebih mengutamakan keindahan gerakan saja tanpa mempertimbangkan suatu makna tertentu. Sedangkan gerak maknawi adalah gerakan tubuh yang bersifat meniru.

Keunikan dalam tari kelompok secara visual terletak pada kekompakan gerakan penarinya. Mereka bergerak begitu kompak dan saling melengkapi. Sehingga tercipta suatu gerakan tarian dengan harmonisasi yang indah.

Ragam Iringan

Sebuah pertunjukan tarian umumnya sudah satu paket antara gerakan dan irama musik pengiringnya. Iringan musik berfungsi untuk menciptakan sebuah suasana agar penonton bisa merasakan sentuhan akan sebuah pesan dari tarian yang dikomunikasikan.

Musik pengiring memiliki dinamika tempo yang selaras dengan irama gerak sang penari. Irama musik pengiring bisa menggunakan bunyian alat musik yang cara dimainkannya dengan cara dipukul, ditiup, dan dipetik.

Mengekspresikan suatu tarian juga membutuhkan suara iringan yang berasal dari tubuh penari itu sendiri. Seperti suara hentakan kaki, tepukan tangan, atau teriakan yang mengiringi tarian tersebut.

Tata Rias dan Tata Busana

Salah satu unsur utama sebuah tarian adalah wirasa. Seorang penari dituntut untuk menyampaikan suatu pesan rasa melalui gerakan dan ekspresi sang penari. Agar semakin mengena, kamu harus melengkapi penampilan dengan riasan dan kostum sesuai tema tarian yanag dibawakan.

Riasan yang digunakan pada pertunjukan tari bertjuan untuk memperkuat dan memperjelas ekspresi seorang penari. Riasan penari juga mengaktualisasikan suatu karakter dalam sebuah tarian.

Pola Lantai

Keindahan sebuah tarian akan semakin terlihat estetik jika disesuaikan dengan pola lantai yang sesuai tuntunan konsep koreografi. Untuk tari kelompok, transisi antar penari harus benar-benar diperhatikan agar tetap terlihat kompak dan teratur.

Ragam Jenis Tari Kelompok di Nusantara

tari kelompok

Indonesia kaya akan ragam seni tari yang berasal dari berbagai daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Beragam seni tari ini bertujuan untuk pelestarian budaya, pertunjukan hiburan, dan upacara adat yang bernuasa keagamaan. Berikut ragam jenis tari kelompok di nusantara.

Tari Saman dari Aceh

Tari tradisional yang sangat populer hingga ke kancah Internasional adalah tari saman. Tarian ini dibawakan oleh sekelompok penari yang jumlahnya bisa mencapai ratusan dengan formasi yang sangat keren.

Keunikan tari kelompok yang berasal dari provinsi Aceh ini terletak pada komposisi gerakan yang dilakukan para penarinya. Gerakan yang mendominasi adalah gerakan tepuk tangan, tepuk dada, tepuk dada dan tepuk lantai yang dilakukan secara berselang-seling dan saling melengkapi.

Alat musik pengiring tari saman adalah gendang tangan dan suara para penari serta tepukan tangan dan dada. Tempo gerakan tari saman biasanya berlangsung sedang namun kemudian akan naik dengan cepat secara perlahan.

Tari Piring dari Sumatera Selatan

Tari piring merupakan tari tradisional Minangkabau dengan ciri khas properti piring. Tari piring dibawakan secara berkelompok dengan gerakan yang lincah dan energik.

Gerakan tersebut memiliki makna sebuah gambaran kegiatan bercocok tanam yang dilakukan masyarakat. Gerakan-gerakan yang ada dalam tari piring antara lain gerak batanam (bertanam), gerak manyabik (menyabit), gerak mengirik (mengirik padi), dan gerak baguliang (berguling).

Tari piring dibawakan oleh penari dengan jumlah yang ganjil. Tari piring dibawakan dengan pola garis lintasan tarian. Masing-masing penari membentuk pola lantai dengan gerakan yang harmonisasi.

Tari Gambyong dari Jawa Tengah

Tari kelompok selanjutnya adalah tari gambyong yang berasal dari provinsi Jawa tengah. Tari gambyong dipertunjukkan untuk menyambut Raja Surakarta dan para tamu kehormatan kerajaan. Tarian ini biasanya dibawakan oleh para penari perempuan.

Keunikan tari gambyong terletak pada gerakan para penarinya. Tarian ini diiringi oleh gending pangkur yang dibawakan oleh para penari dengan luwes, kenes, kewes, dan tregel.

Tarian ini dibawakan dengan gerakan lambat dan gemulai. Penampilan para penari dibuat elegan dan anggun dengan sanggul serta kemben sebagai pelengkap penampilannya.

Tari Kecak dari Bali

Tari kecak adalah seni tari berkelompok yang dibawakan oleh penari laki-laki dengan jumlah 50 sampai 70 orang. Kostum para penari pria adalah bertelanjang dada dengan bawahan kain selendang bermotif kotak-kotak seperti papan catur.

Dalam pertunjukannya, para penari akan duduk berbaris dengan pola melingkar. Tarian dari pulau dewata Bali ini berfungsi sebagai upacara adat ritual sanghyang.  Ada beberapa properti yang terlihat seperti bunga kamboja, gelang kerinci, bara api, tempat sesaji, dan lainnya.

Tari kecak sangat khas dengan seruan “cak, cak, cak” yang terdengar seperti musik akapela serta mengangkat kedua lengan. Beberapa penari juga ada yang memerankan beberapa tokoh seperti Rama, Shinta, Rahwana, dan Hanoman.

Tari Gantar dari Kalimantan Timur

Tari gantar berasal dari suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung provinsi Kalimantan Timur. Awalnya tarian ini dipertunjukkan dengan tujuan untuk upacara adat saja. Namun selanjutnya tarian ini juga dilaksanakan pada saat upacara pesta tanam padi.

Properti tari gantar berfungsi sebagai penambah nilai estetika dan media penyampai pesan kepada penonton. Perlengkapan yang digunakan antara lain tombak, kipas, pedang, piring, dan sebagainya.

Para penari tari gantar menggunakan kostum bernama Ulap Doyo. Pakaian ini dibuat dari kain tenun serat Doyo dengan tambahan hiasan kepala yang diikatkan. Hiasan ini umumnya berwarna merah dan terlihat sangat indah.

Tari Kipas Pakarena dari Sulawesi Selatan

Tari kipas menggunakan properti utama sepasang kipas yang digerakkan secara mendayu-dayu diikuti iringan musik. Gerakan para penarinya sangat penuh kelembutan. Hal tersebut bermaksud sebagai wujud simbol dari sifat para perempuan Gowa yang patuh, setia, dan hormat.

Baca Juga : Pola Lantai Tari Serimpi Lengkap Dengan Ragam dan Jenis Gerakannya

Tari kelompok ini berasal dari provinsi Sulawesi Selatan. Nama pakarena berasal dari bahasa Gowa yaitu “pa” yang artinya pelaku, dan “karena” yang artinya bermain. Tarian ini biasanya dibawakan sebagai ajang promosi pariwisata.

Itulah penjelasan singkat seputar ragam jenis tari kelompok yang ada di Nusantara. Untuk bisa membawakan tarian dengan gerakan tubuh yang estetik, kamu perlu memperhatikan beberapa unsur dari seni tari.