Kenali Fakta Sebenarnya Apa Itu Tarian Kupu-Kupu

Beberapa orang mungkin masih asing dengan apa yang disebut sebagai tarian Kupu-kupu. Sesuai namanya, gerakan yang dibawakan begitu lemah gemulai. Di samping itu para penari juga akan mengenakan aksesoris tambahan berupa sayap kupu-kupu dengan beragam warna.

Mengenal Tarian Kupu-Kupu

Pada 1960-an lalu, tarian kupu-kupu diciptakan oleh I Wayan Bertha sehingga menjadi tari tradisional Bali. Bukan hanya sekedar mencakup gerakan, namun di dalamnya mengandung makna filosofis yang cukup mendalam.

Filosofis yang ingin disampaikan melalui tarian kupu-kupu adalah kedamaian, eksotis, serta keindahan. Salah satu hal menarik dari tarian ini adalah gerakannya lemah gemulai dan berbeda dari tari Bali pada umumnya yang cenderung tegas serta semangat.

Bukan hanya gerakannya, keunikan juga terletak dari paduan warna-warni kostum yang dikenakan oleh para penarinya. Setiap penari akan mengenakan pakaian dengan warna berbeda yaitu hijau, biru tua, dan merah dengan tambahan aksesoris berupa mahkota yang berkilau.

Maksud dari penggunaan kostum tersebut adalah untuk menggambarkan perbedaan yang kontras di masyarakat. Meskipun berbeda, namun satu dengan lainnya saling melengkapi sehingga tercipta keindahan dan keselarasan. Berikut daftar kostum yang umumnya dikenakan oleh penari kupu-kupu:

  • Centing
  • Hiasan sayap
  • Sampur berwarna bisa kuning atau merah
  • Kemben
  • Batik berwarna menyelaraskan dengan pakaian
  • Kemben
  • Jarit
  • Cakep digunakan sebagai hiasan
  • Klat bahu
  • Kace yang melambangkan keindahan
  • Mahkota sebagai perlambang keagungan

Informasi Menarik Terkait Tarian Kupu-Kupu

Di atas telah dijelaskan secara ringkas terkait tarian kupu-kupu yang menjadi tarian khas Bali dan telah diciptakan sejak beberapa tahun silam. Tentu kamu penasaran mengapa sampai kini masih banyak dipentaskan. Berikut pembahasan menariknya:

1. Gerakan Tari Kupu-kupu

Menggambarkan lenggak-lenggok kupu-kupu sedang terbang, gerakan tari yang dibawakan oleh penari menjadi begitu lemah gemulai. Selama pertunjukannya akan diiringi musik gamelan Bali dari beberapa paduan.

Pelatihan intensif sebelum pertunjukan memang diperlukan karena keluwesan menjadi hal penting yang harus dimiliki penari. Bukan hanya kaki, namun tangan penari juga harus lues untuk menggambarkan kupu-kupu yang sedang terbang.

Sebagai pelengkap, masing-masing penari akan dibekali selendang dengan warna senada baju. Fungsinya adalah untuk menggambarkan lenggak-lenggok ketika kupu-kupu sedang berada di atas dan beralih dari satu bunga ke bunga lain.

2. Tema dan Makna Filosofi

Bukan hanya sekedar gerakan, di dalamnya memiliki makna mendalam yang menggambarkan mengenai keindahan  pulau Dewata serta keberagaman. Dari hal itu diharapkan pengunjung dapat menikmati keeksotisan pemandangan di sana.

Selain itu budaya masyarakat juga begitu menarik untuk diulik karena meskipun berbeda namun masyarakat di sana tetap rukun dan saling melengkapi. Kamu akan sangat menikmati ketika melihat pertunjukan tari kupu-kupu ini.

Berdasarkan namanya, tentu sudah dapat ditebak jika tarian ini menggambarkan mengenai kupu-kupu. Gerakannya layaknya kupu-kupu yang sedang terbang dengan berbagai warna mencolok sehingga terlihat mendamaikan pikiran.

3. Setting Anjung

Agar semakin mirip dengan kupu-kupu, tata rias dan tata busana dibuat semirip mungkin. Dalam satu pertunjukan, akan melibatkan maksimal 9 orang penari. Namun pada umumnya ditampilkan setidaknya oleh 5 penari dengan mengenakan kostum berwarna-warni.

Paling sedikit, tari kupu-kupu akan dimainkan oleh 3 orang. Dari penjelasan sebelumnya, dapat diambil kesimpulan jika jenis tari ini akan dipentaskan dengan jumlah penari ganjil bisa 3, 5, atau 9 orang.

Meski gerak dari tariannya lemah lembut, namun tidak hanya ditampilkan oleh wanita saja melainkan juga laki-kali. Pada suatu kesempatan, juga terkadang paduan antara keduanya namun memang sangat jarang ditemui.

4. Iringan Tari

Setiap tari pada umumnya akan diiringi dengan musik yang dapat mendukung gerakan tari sekaligus penyampaian maksud di dalamnya. Pemilihan iringannya tidak dilakukan secara sembarangan karena berkaitan erat dengan nilai keindahan tari yang dibawakan.

Tari kupu-kupu ditampilkan dengan iringan musik berupa gamelan Bali. Seiring dengan pembunyian gamelan, para penari akan mulai menggerakkan bagian tubuhnya secara ritmis mengikuti suara yang saling bersahut-sahutan.

Gamelan Bali nantinya akan dimainkan oleh musisi dengan jumlah menyesuaikan alat musik yang dibawakan. Biasanya para pemain musik akan ditempatkan di samping panggung pentas supaya semakin meriah serta dapat didengar secara jelas.

5. Tata Rias dan Tata Busana

Sebelum naik ke atas panggung, para penari akan didandani agar terlihat lebih menarik. Selanjutnya juga akan mengenakan pakaian sekaligus atribut tambahan mulai dari mahkota, jarik, kain batik, sayap kupu-kupu sintetis, dan masih banyak lainnya.

Bentuk mahkota yang dikenakan penari tidak seperti mahkota biasanya, melainkan ditambahkan sepasang antena di bagian atasnya. Penambahan antena ini bertujuan supaya tampilan penari semakin mirip dengan kupu-kupu aslinya.

Pemilihan warna kostum seluruhnya berwarna terang agar terlihat lebih menarik seperti kupu-kupu asli. Jika sebelumnya disebutkan warna kostum yang dikenakan hijau, biru, dan kuning keemasan, sebenarnya tidak terdapat patokan khusus terkait penentuannya.

6. Properti Tari

Ada beberapa properti yang dibutuhkan pada saat menampilkan tari kupu-kupu. Salah satu paling utama adalah sampur atau lebih dikenal dengan selendang. Biasanya para penari akan mengenakannya dengan mengikat ke pinggang.

I Wayan Beratha menciptakan tari serta memilih properti yang diterapkan memiliki maksud serta tujuan tertentu. Ada makna filosofis yang tersimpan di dalamnya yaitu menggambarkan kedamaianan, keindahan Bali, serta eksotisme.

Penggambaran gerakannya diambil dari gerakan kupu-kupu saat mengepakkan sayapnya. Sedangkan untuk kostumnya terinspirasi dari keindahan paduan warna kupu-kupu yang tidak hanya terdiri dari satu jenis saja melainkan beragam dan membuat taman terlihat semakin cantik.

7. Jenis Gerakan Tari Kupu-kupu

Kupu-kupu memiliki banyak gerakan yang digambarkan pada tarian. Hal ini membuatnya semakin kaya serta menarik untuk dilihat dari awal sampai akhir. Lalu apa saja jenis gerakannya, berikut akan diulas pada pembahasan di bawah:

  • Kibasan dengan selendang
  • Kepala menoleh ke kanan dan kekiri
  • Ayunan tangan dan kaki
  • Menutup dan membuka sayap
  • Melayang-layang
  • Melompat
  • Gerakan kupu-kupu sedang terbang berputar
  • Gerakan kupu-kupu terbang di tempat

8. Aturan Tari Kupu-kupu

Penari memegang peranan penting terhadap keberhasilan pentas yang dibawakannya. Pada satu pertunjukan akan ditampilkan oleh 3-9 penari dengan jumlah ganjil dan umumnya dilakukan oleh satu gender saja yakni pria dengan pria dan wanita dengan wanita.

Peraturan ini diterapkan dari waktu ke waktu sejak dicetuskannya tarian kupu-kupu. Namun pada beberapa pementasan juga terlihat ada yang menggabungkan antara keduanya untuk menambah semarak.

Baca Juga : 10 Contoh Tari Tunggal Nusantara Beserta Asal Daerahnya

Hanya saja berdasarkan peraturan yang berlaku, penari hanya dianjurkan satu gender saja dan tidak boleh dicampurkan. Hal tersebut berdasarkan beberapa alasan mendasar salah satunya menghindari ketidaksesuaian tempo tarian.

Di atas telah dibahas secara lengkap mulai mengenai tarian kupu-kupu. Apabila ingin menerapkannya, sebaiknya pelajari terlebih dahulu bagaimana setiap gerakannya serta atribut yang digunakan baik untuk laki-laki ataupun perempuan. Persiapkan juga gamelan Bali sebagai pengiringnya.