5 Cerita Legenda Bahasa Jawa Sarat Pesan Moral

Pernahkan kamu mendengar kisah tentang terjadinya Rawa Pening? Kisah yang legendaris itu sangat dikenal di kalangan anak-anak karena sangat istimewa dan ceritanya spesial sekali. Bahkan di Rawa Pening sendiri ada ukiran seperti relief yang menceritakan cerita legenda bahasa Jawa tersebut.

Sebetulnya bukan hanya kisah Rawa Pening saja yang sarat akan mitos dan fakta. Namun, ada banyak kisah lain terkait legenda yang sangat populer dan terus ada sepanjang waktu. Bagaimana legenda ini dapat turun menurun diceritakan dan membius berbagai penjuru?

5 Cerita Legenda Bahasa Jawa yang Membuatmu Ingat Masa Kecil

cerita legenda Bahasa Jawa

Saat masih kecil legenda dengan berbagai kisah rakyat luar baisa ini sering diceritakan secara turun menurun. Di Jawa, khususnya Jawa Tengah kisahnya sampai dihapal karena masuk pelajaran sekolah dengan asal usul nama tempat yang legendaris.

Dari banyaknya cerita legenda Bahasa Jawa ini, terdapat 5 cerita yang sangat populer di kalangan masyarakat Jawa. Kisahnya beragam dengan berbagai makna sangat mendalam akan filosofi hidup. Cinta bertepuk sebelah tangan, amanah dan masih banyak lagi, apa saja?

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang

Kisah ini adalah asal usul dari Candi Prambanan yang sangat megah. Berkisah tentang pemuda dengan kemampuan mumpuni yaitu Bandung Bondowoso. Ia berhasil membuh Prabu Baka sehingga ingin meminang putrinya yang cantik, Roro Jonggrang.

Roro Jonggrang tak menerimanya tapi selalu didesak akhirnya ia memberi isyarat untuk dibuatkan 1000 candi dalam satu malam. Permintaan mustahil disanggupi Bandung Bondowoso tapi saat hanya kurang satu candi dibuat, Roro Jonggang tak mau menyerah begitu saja.

Ia menyuruh para pelaayan membunyikan antan sehingga ayam jantan berkokok seorang pagi datang. Bandung Bondowoso menyadari tipuan tersebut dan marah, lalu mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca ke 1000, sebagai penggenap candi tersebut.

Cinta Tragis Bidadari dan Pemuda Jaka Tarub

Cerita legenda bahasa Jawa berikutnya yang populer adalah pencurian selendang oleh Jaka Tarub. Legenda ini sangat terkenal ketika Jaka Tarub mengintip mandi para bidadari yang mencuri satu selendang milih Nawangwulan.

Selendang yang hilang tak bisa membuatnya kembali ke kahyangan dan akhirnya ia diperistri Jaka Tarub. Keduanya hidup bahagian terlebih dengan lahirnya Nawangsih, anak mereka yang cantik. Namun, tanpa sengaja Nawangwulan menemukan selendangnya di lumbung padi.

Ia murka dan meninggalkan Jaka Tarub serta Nawangsih lalu kembali ke kahyangan. Jaka Tarub sangat sedih karena ia harus berpisah dengan wanita yang dicintainya dan mengurus anaknya sendirian.

Legenda Kesombongan Akan Berakibat Fatal, Baru Klinting

Sombong akan mengakibatkan hal negatif dan kadang menjadi fatal, inilah legenda tentang terjadinya asal usul Rawa Pening. Rawa yang terletak di Jawa Tengah dan kisahnya sangat dihapal warga sekitarnya.

Berkisah tentang Baru Klinting, naga yang berwujud manusia bersama ibunya datang ke sebuah desa untuk meminta pertolongan. Ia menantang warga untuk mencabut sebatang lidi yang ditancapkan ke tanah. Warga yang sombong tak ada yang mampu mencabutnya.

Baru Klinthing dapat mencabut dan air memancar dari lubang bekas lidi tersebut. Makin lama sangat banyak dan tidak berhenti sehingga tak ada yang dapat menyelamatkan diri. Kisah ini sangat legendaris terlebih destinasi wisata Rawa Pening sekarang sudah cantik sekali.

Memasukinya seolah kembali ke sama lalu tentang naga yang sarat dengan makna filosofis. Rawanya sangat indah dan menjadi mata pencaharian warga setempat untuk mencari ikan.

Amanah Hingga Akhir Hayat, Legenda Ajisaka

Bagi kamu yang tinggal di Jawa Tengan serta Yogyakarta pasti mengenal aksara Jawa. Aksara indah dengan lengkungan luar biasa ini memiliki legenda yang tak dapat dilupakan begitu saja. Legenda menceritakan tentang Ajisaka dengan dua punggawa yang sakti mandraguna, Dora dan Sembada.

Lebih lanjut cerita legenda Bahasa Jawa mengisahkan Ajisaka yang melakukan perjalanan Bersama Dora. Ia berpesan pada Sembada untuk menjaga pusakanya dan hanya Ajisaka sendiri yang boleh mengambil pusaka tersebut.

Di perjalanannya Ajisaka mengalahkan Dewatacengkar. Raja yanag jahat dan tidak menjaga warganya ini dapat dikalahkan sehingga Ajisaka menggantikan kedudukan sebagai raja. Iapun meminta Dora mengambil pusakanya.

Dora menemui Sembada, tapi Sembada bersikukuh tak akan melepaskan pusaka karena AJisaka sudah meminta menjaganya. Kepercayaan yang sangat tinggi inilah yang membuat keduanya bertarung hingga meninggal dunia.

Kejadian ini membuat Ajisaka menyesal bukan main. Saking sedihnya ia menciptakan puisi dengan aksara Jawa yang sangat indah. Setiap huruf mencerminkan makna tersendiri akan kehilangan kedua punggawa yang sangat disayanginya dan sama-sama menjaga amanah.

Kasih Sayang Ibu dan Anak, Timun Emas

Cerita legenda Bahasa Jawa yang tak kalah menariknya adalah Timun Emas. Kamu tentu masih ingat waktu kecil akan timun yang melahirkan seorang anak. Kisah ini memang membekas di ingatan karena unik dan menarik, beda dari kisah yang lain.

Berawal dari Mbok Rondo yang menginginkan anak dan raksasa memberikannya timun berwarna keemasan. Raksasa bilang jika yang lahir anak perempuan maka harus diserahkan sebagai santapan lezatnya dan Mbok Rondo menyanggupi.

Benar saja yang lahir adalah si cantik diberi nama Timun Emas. Saking sayangnya, Mbok Rondo mencari berbagai cara agar Timun Emas tidak dimangsa sang raksasa.

Mbok Rondo dan Timun Emas yang saling menyayangi bekerjasama membuat raksasa kewalahan. Kasih saying tanpa batas ini memberikan kekuatan keduanya untuk bersatu melawan raksasa.

Pada setiap cerita legenda Bahasa Jawa memberikan wawasan tersendiri saat kecil dan tidak mudah untuk dilupakan begitusa saja. Cerita rakyat ini turun temurun diceritakan sehingga anak menjadi hapal alur ceritanya.

Pesan Moral Cerita Legenda Jawa

cerita legenda Bahasa Jawa

Legenda Jawa menceritakan hal yang memang luar bisa menarik. Kisahnya sangat merakyat sehingga hampir semua orang mengenalnya meskipun tidak sampai detail. Dari banyak kisah ini ada ciri-ciri yang dapat ditarik kesimpulannya menjadi pesan dalam kehidupan.

Baca Juga : Situs Video Bokeh Museum Full HD No Sensor (Live Streaming)

Pesan dalam cerita legenda Bahasa Jawa bisa dilihat seperti di bawah ini, antara lain:

  1. Tidak Boleh Sombong

Sifat sombong akan membentuk perilaku buruk di kemudian hari. Lebih baik menghindari sifat sombong karena sifat ini dapat berakibat fatal.

  • Amanah

Menjadi orang dengan kepercayaan penuh akan memberi sisi kehidupan luar biasa. Dengan kepercayaan seperti ini menjadi pilar untuk hidup lebih sukses dan lebih baik lagi.

  • Tidak Memaksakan Cinta

Sebenarnya, cinta tak dapat tumbuh hanya karena paksaan karena munculnya dari hati. Maka dari itu jangan pernah memaksakana cinta pada orang yang tidak menyukaimu.

  • Kekuatan Kasih Sayang

Kadang, kasih sayang memberikan kekuataan penuh pada hal buruk yang datang menghadang. Masalah dapat diselesaikan dengan adanya kekuatan kasih yang mumpuni.

  • Janji Harus Ditepati

Setiap janji adalah hutang, maka lebih baik ditepati. Jika tidak malah membuat kehidupanmu tidak tenang.

Cerita legenda Bahasa Jawa selain menarik dan teringat masa kecil serta memberikan banyak pesan moral kehidupan. Kamu dapat mengambil banyak hal positif dari kisah rakyat legendaris ini.