An Exploration of Gucci’s Imagination and Creativity

Eksplorasi Gucci dan imajinya dalam mengolah kreatifitas.

0
10

Setelah berkelana ke berbagai belahan dunia yang luas, akhirnya Gucci Garden mendarat di landasan terakhirnya di Florence, Italia. Namun perhentian terakhirnya ini juga menjadi sesuatu yang permanen dan bukan hanya sekadar temporary space. Berlokasi di Palazzo della Mercanzia yang bersejarah, Gucci Garden sudah resmi dibuka untuk publik sejak 9 Januari lalu. Tempat tersebut terbagi ke dalam tiga zona besar yaitu butik khusus yang spesial menjual barang one-of-a-kind yang tidak dijual di butik lainnya, restoran yang dikelola oleh koki kenamaan Massimo Bottura dan ruang pameran yang dikurasi oleh kurator Maria Luisa Frisa.

Dengan konsep yang berasal dari sang creative director Alessandro Michele, Gucci Garden merupakan wujud dedikasi brand asal Italia tersebut akan pentingnya kreativitas yang sudah menjadi DNA-nya sedari dulu. Pemilihan nama Gucci Garden itu sendiri juga menunjukkan satu arti yang sedikit lebih metaphorical sejalan dengan karya Michele yang selalu puitis. “The garden is real, but it belongs above all to the mind, populated with plants and animals: like the snake, which slips in everywhere, and in a sense, symbolises a perpetual beginning and a perpetual return,” tuturnya.

Teks: Raynard Randynata
Foto: Gucci