Screen Savior

Bersama The Folio, Ario Bayu berbagi cerita tentang tampil seratus persen di depan layar sebagai seorang aktor karena dua hal yang menjadi prinsipnya, dedikasi dan determinasi.

0
42

Setelah merampungkan film Soekarno – Indonesia Merdeka, Bayu sempat istirahat selama kurang lebih satu tahun dari dunia hiburan. Ada masa ketika ia tidak terlalu enjoy dan ingin rehat sementara dari industri yang membesarkan namanya ini. Setahun berlalu Bayu kini kembali ke dunia yang memang telah ditekuni sejak remaja. Dulu ia sempat picky terhadap peran yang diambil, misalnya ia hanya ingin berperan di film yang masuk festival film internasional , artistik dan sesuai dengan idealismenya. Konsisten memilih jalur akting, Bayu merasa idealisme kini telah berbeda. Kini setelah kembali lagi ke dunia perfilman tanah air, Bayu justru ingin mengeksplor kemampuan dirinya yang belum pernah ia gali sebelumnya. Saat ini Bayu telah merampungkan lima film komersil dengan genre yang berbeda-beda. Salah satunya film layar lebar berjudul Lima Cowok Jagoan yang akan segera tayang di penghujung tahun ini.

Lewat film Lima Cowok Jagoan yang beraliran komedi Bayu ingin membuktikan kiprahnya sebagai aktor serba bisa sekaligus mendalami seni peran dalam berbagai genre. Bicara tentang seni peran, Bayu mengaggumi aktor idolanya Daniel Day-Lewis. “Day-Lewis menerapkan cara akting maksimal dengan menaruh rasa ingin tahu yang besar. Tiap peran yang dimainkan ia seakan memiliki rumus untuk menjadi karakternya. Selain aktor ia (nampaknya) juga seorang dengan kepribadian yang cool dan cukup artsy dengan” cerita Bayu tentang idolanya yang yang membuahkan Oscar pertamanya memerankan tokoh non-fiktif Christy Brown dalam film The Left Foot. Ketika ditanya siapa aktor lokal yang ia kagumi, Bayu dengan sigap menjawab semua aktor Indonesia. Ia percaya konsep aksi dan reaksi ketika terjun bekerja sepenuhnya di ranah seni peran. Karena dalam film ketika dipasangkan dengan lawan mainnya harus ada hubungan tarik menarik yang merupakan sebuah simbiosis. Hal yang mungkin terjadi dengan salah satu lawan mainnya kelak.

Dalam setiap proses pembuatan film yang pernah Bayu kerjakan, ia selalu memiliki pengalaman berbeda yang membuatnya banyak belajar tentang seluk beluk perfilman. “I feel so lucky (and absolutely blessed) by doing what I really love” ujarnya antusias. Ketika ditanya tentang peran impian yang ingin ia mainkan, ia tidak memiliki peran impian dan cukup realistis dengan mengikuti flow yang akan membawanya. Bagi Bayu proses pengerjaan tiap film memiliki sebuah cerita tersendiri dengan tim serta lawan main yang berbeda-beda justru membawanya turut serta ke dalam sebuah pengalaman terbaik. Selain menjadi aktor Bayu juga menjalani usaha wirausaha bersama dengan keluarganya. Pria yang baru saja menikahi Valentine Payen ini juga memiliki prinsip tentang pertemanan dan rasa kagum yang menjadi dasarnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. I bet he’s definetely a savior for the (big) screen!

 

Teks : Gracyamanda Hutabarat
Pengarah gaya : Raynard Randynata
Fotografer : Chris Bunjamin
Busana dan aksesori : Gucci