Reality Check

Saat realitas dijadikan prioritas.

0
22

Suka tidak suka. Setuju tidak setuju. Satu hal yang tidak dapat dipungkiri yaitu keberadaan serta pengaruh media sosial semakin meningkat saja seiring berjalannya waktu dan tren ini tidak menunjukkan any signs of slowing down. Menurut infografik yang dibuat oleh agen influencer marketing Mediakix sekaligus data yang dirilis oleh perusahaan analisis Flurry, seseorang bisa menghabiskan waktu kurang lebih lima jam dalam sehari berkutat dengan telepon genggamnya, dimana minimal dua hingga tiga jam dihabiskan hanya untuk penggunaan media sosial.

Tidak lama sebelum menemukan data tersebut, saya “berpapasan” dengan satu kutipan berikut, “the main thing I don’t like about social media is the way it puts a priority on vocalising an experience rather than actually experiencing it.” Kalimat tersebut dituturkan oleh Alice Goddard, salah satu pengarah gaya yang saya idolakan sekaligus adik dari desainer Molly Goddard, dan kata-katanya cukup menyentil saya. Don’t get me wrong, I’m all for social media. Selain saya sendiri dapat dikategorikan ke dalam generasi millennial yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, saat dipakai untuk hal yang bermanfaat, media sosial memiliki kapasitas untuk mempermudah serta mengefisiensikan berbagai kepentingan. Misalkan untuk saya pribadi, Instagram bisa dijadikan sebagai portofolio visual yang sangat bermanfaat.

Sayangnya jika tidak digunakan dengan sedikit lebih kritis, media sosial sangat mudah untuk disalahgunakan. Dari sekian banyak dampak negatif yang ditawarkan seperti oversharing dan hal lainnya, mengesampingkan realitas dan mengutamakan pendapat dunia maya akan realitas tersebut merupakan satu titik dimana menurut saya media sosial menjadi sesuatu yang kurang sehat. Sangat disayangkan saat kita sedang menikmati sesuatu yang menyenangkan namun pengalaman tersebut terganggu dikarenakan kita sibuk “memaparkannya” di media sosial seperti yang dituturkan oleh Alice. Saya pun masih terus belajar untuk mengurangi kebiasaan ini. Yuk, kita coba bersama-sama.

Oleh: Raynard Randynata
Foto: The Folio