Eastern Heritage Infusion

Penyematan batik pada Guinness edisi terbatas.

0
49

Dengan mengangkat tema batik sebagai simbol pemersatu orang Indonesia, Guinness berkolaborasi dengan dua desainer distingtif Indonesia, Darbotz dan Ykha Amelz. Kedua desainer kenamaan tersebut diutus untuk “mengaransemen” ulang batik dengan karakter dari masing-masing desainer ke dalam kaleng dan botol dari minuman Guinness edisi One Indonesia Edition yang akan dirilis akhir Oktober tahun ini.

Dua desain batiknya mengambil inspirasi dari prinsip ‘Pancha Mahabhuta’ yang menggabungkan unsur saling bertolak belakang seperti Api (Teja) dengan Air (Apah), lalu Bumi (Perthiwi) dengan Udara (Bayu), triknya adalah membuat dua perbedaan dari masing-masing elemen dibuat menjadi pola yang harmonis dan menyatu.

Kolaborasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kedua desainer tersebut, dimana keduanya memiliki cirikhas karya yang kontemporer dan cukup modern. Sedangkan prosesi melukis batik memerlukan keterampilan khusus dan memiliki teknik serta aturan yang harus diperhatikan.

Ketika ditemui beberapa waktu lalu di Plaza Senayan, Darbotz dan Ykha mengungkapkan pengalaman mereka dalam menciptakan motif batik tersebut. Darbotz yang mendesain elemen Api dan Air mengatakan, ”Merupakan sebuah kehormatan dan tantangan baru untuk mengerjakan proyek ini, karena pertama kali saya menggunakan motif batik sebagai inspirasinya, saya cukup menikmati proses pengerjaannya ketika menggabungkan antara elemen dasar kehidupan dengan insterpretasi modern,” ungkapnya.

Dilanjutkan oleh Ykha yang mendesain Bumi dan Udara, ”Saya keluar dari zona nyaman ketika mengerkakan desain ilustrasi, karena sebelumnya belum pernah membuat desain ilustrasi dengan inspirasi batik, namun saya juga menikmati prosesnya karena melalui kesempatan ini saya dapat menampilkan warisan dan nilai khas Indonesai di dalamnya,” ceritanya kepada The Folio.

Ketika ditanyakan oleh The Folio mengenai pendapat tentang karya satu sama lain, Darbotz menemukan bahwa karya Ykha mampu terlihat keren dengan hasil akhir penyatuan gambar pola dan guratan motif batik yang tak cuma tradisional namun tetap bergaya “Ykha Amelz”—memiliki karakter warna vivid penuh semangat.

Sedangkan Ykha menilai bahwa hasil karya Darbotz mampu menampilkan sosoknya. Baginya, Darbotz sebagai seorang street artist ia mampu menciptakan penggabungan kesan tradisional dan urban secara bersinergi. “Aku juga fans dia dari dulu soalnya, jadi Darbotz banget lah pokoknya,” ungkapnya sambil sedikit terbahak.

Oleh: Billy Saputra
Foto: Guinness

SHARE
Previous articleReality Check
Next articleWatches on Screen